Sabtu, 18 Desember 2010

Analisis Aspek Lingkungan Industri "Study kelayakan Bisnis"

A. Latar Belakang
Dalam studi kelayakan bisnis kita harus menilai kelayakan usaha secara komperhensif dengan memeperhatikan dua aspek, yaitu aspek fungsi manajemen dan aspek lingkungan eksternal. Aspek lingkungan eksternal meliputi akses, tempat, dan manusia.
Aspek lingkungan industry lebih mengarah pada aspek persaingan di mana bisnis perusahaan benda. Akibatnya, factor-faktor yang mempenagruhi kondisi, seperti ancaman terhadap perusahaan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan termasuk kondisi persaingan itu sendiri, menjadi penting dianalisis untuk study kelayakan bisnis jasa. Keenam aspek yang perlu diamati amati:
• Persaingan sesame perusahaan dalam industrinya.
• Ancaman masuk pendatang baru.
• Ancaman dari produk pengganti.
• Kekuatan tawar-menawar pembeli (buyers)
• Kekuatan tawar-menawar pemasok (suppliers)
• Pengaruh kekuatan stakeholder lainnya.

B. Kajian dalam aspek lingkungan Industri
.
1. Persaingan sesame perusahaan dalam industrinya
Persaingan dalam Industri sangat mempengaruhi kebijakan dan kinerja perusahaan. Dalam situasi persaingan yang oligopoly, perusahaan mempunyai kekuatan yang cukup besar untuk mempengaruhi pasar. Sementara itu, persaingan pasar yang sempurna biasanya akan memaksa perusahaan menjadi follower termasuk dalam hal harga produk. Jadi, perusahaan perlu mengetahui situasi pesaingnya.
2. Ancaman masuk pendatang baru.
Maksudnya perusahaan sebagai pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan yang sudah ada. Implikasi tersebut misalnya adalah kapasitas menjadi bertambah, terjadinya perebutan pangsa pasar serta perebutan sumber daya produksi yang terbatas. Kondisi seperti ini menimbulkan ancaman bagi perusahaan yang telah ada. Ada beberapa factor yang menghambat pendatang baru untuk masuk kedalam suatu industry, yang sering disebut dengan hambatan masuk. Factor-faktor yang dimaksud adalah skala ekonomi, diferensiasi produk, kecukupan modal, biaya peralihan, aspek kesaluran distribusi dan peraturan pemerintah.
3. Ancaman dari produk pengganti.
Perusahan-perusahaan yang berada dalam suatu industry bersaing dengan produk pengganti. Walaupun karakteristiknya berbeda, barang subsitusi dapat memberikan fungsi atau jasa yang sama. Ancaman produk subtitusi adalah kuat bilamana konsumen dihadapkan pada sedikitnya switching cost dan jika produk subtitusi itu mempunyai harga yang lebih murah atau kualitasnya sama, bahkan lebih tinggi dari produk-produk suatu industry.
4. Kekuatan tawar-menawar pembeli (buyers)
Pembeli mampu mempengaruhi perusahaan untuk memotong harga, untuk meningkatkan mutu dan servis, serta menghadapkan perusahaan dengan competitor (pesaing) melalui kekuatan yang mereka miliki.
5. Kekuatan Tawar Menawar pemasok (suppliers)
Pemasok dapat mempengaruhi industry lewat kemampuan mereka untuk menaikkan harga atau mengurangi kualitas produk atau servis. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu mengendalikan prilaku pemasok.
6. Pengaruh kekuatan stakeholder lainnya.
Kekuatan ke enam yang ditambahkan oleh freeman yang dilakukan wheelen adalah kekuatan diluar perusahaan yang mempunyai perusahaan secara langsung kepada perusahan. Stakeholder yang dimaksud antara lain adalah pemerintah, serikat pekerja, lingkungan masyarakat, kreditor, pemasok, asosiasi dagang, kelompok yang mempunyai kepentingan lain dan pemegang saham. Pengaruh dari masing-masing stakeholder bervariasi antara satu industry dengan industry lainnya.
C. Solus Untuk aspek lingkungan Industri.
Hasil studi aspek persaingan endaknya hendaknya memberikan informasi perihal :
1. Bagai mana studi dan kondisi (ncaman) bagi pendatang baru untuk masuk.
Petunjuk :
Jika, rencana bisnis yg sedang dikaji kelayakannya pendtang baru, maka untuk asuk kesatu industri tertentu perlu diketahui ketentuan dan kelemahannya. Jika perusahaan diperkirakan tidak sangup untuk masuk keindustri tersebut, maka perusahaan dianjurkan untuk mengundurkan diri.
2. Bagaimana situasi persaingan sesama perusahaan dalam industri. Hal ini perlu diketahui agar perusahaan dapat menyusun kekuatan ntuk masuk ke suatu industri seprti pada no satu di atas.
Petunjuk :
Mengukur persaingan antar perusahaan dalam industri yang sama dapat dilihat dari faktor-faktornya, yang menurut Porter, ialah: jimlah kompetitor, tingkat pertumbuhan industri, karateristik produk, biaya tetap, kapasitas produksi, dan hambatan perusahaan untuk mengundurkan diri.
3. Ancaman dari produk jasa pengganti.
Petunjuk :
Jika rencana suatu bisnis adalah mnghasilkan produk pengganti bagi produk-produk yang sudah beredar, perkirakan bagaimana ia mengancam produk-produk tersebut?
4. Kekuatan tawar menawar pembeli (buyers).
Petunjuk :
Pembeli-pembeli perlu dicari tahu kekuatannya dalam mempengaruhi harga jasa. Para buyers dapat mempengaruhi seluruh seluruh prusahaan dalam industrinya, termasuk perusahaan dalam idustrinya, termasuk perusahaan yang sedang melakukan uji kelayakan bisnis.
5. Kekuatan tawar menawar pemasok (supplier).
Petunjuk :
Para pemasok memilki kekuatan tawar menawar yang mempengaruhi ketersediaan bahan. Akibatnya, harga bahan dapat pula dipengauhinya. Oleh karna itu, informasi tentang kekuatan tawar-mnawar pemasok penting diketahui, baik bagi perusahaan yang ada maupun bagi prusahaan yang sedang diuji kelayakan bisnisnya ini.
6. Pengaruh kekuatan stakeholder lainnya.
Petunjuk :
Kekuatan para stakeholder perusahaan untuk mendukung rencana bisnis, perlu dikaji baik dalam rangka untuk menyetujui maupun untuk menolak rencana bisnis ini.

Hasil terhadap elemen-elemen persingan bisnis di atas akan bergna sebagai masukan untuk menganalisis kelayakan bisnis, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perlu diketahui bahwa kini aspek persaingan mulai dianggap penting untuk kajian kelayakan bisnis.


D. Kesimpulan
Dalam aspek lingkungan Industri ada beberapa aspek yang perlu diKaji diantaranya:
• Persaingan sesame perusahaan dalam industrinya.
• Ancaman masuk pendatang baru.
• Ancaman dari produk pengganti.
• Kekuatan tawar-menawar pembeli (buyers)
• Kekuatan tawar-menawar pemasok (suppliers)
• Pengaruh kekuatan stakeholder lainnya.














Daftar Pustaka
• Silalahi, Daud. (1993) AMDAL dalam sistem hukum Lingkungan di Indonesia. Bandung. PT. Mandar Madju, 1993
• Umar, Husein. (2003) “Study Kelayakan dalam Bisnis Jasa” PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
• Suad Husnan dan Sarwono. (1996) Study Kelayakan Proyek. Yogyakarta. UPP AMP YKPN,

Tidak ada komentar: